Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan

PROGRAM STUDI TEKNIK PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATAN (terakreditasi B)

 

Program studi ini disingkat PJJ, memiliki 2 konsentrasi yaitu Konsentrasi Jalan Tol serta Jalan dan Jembatan, waktu kuliah selama 8 semester, dengan gelar kesarjanaannya adalah Sarjana Sain Terapan (SST). Program studi ini bekerjasama dengan PT. Bakrie Metal Industri dan PT. Jasa Marga Persero, dengan penerimaan mahasiswa pertama tahun 2004. Kerjasama dengan PT Bakrie Metal Industri dan PT. Jasa Marga dituangkan dalam MOU, dengan kewajiban masing-masing. Jurusan Teknik Sipil PNJ mengadakan kuliah rutin yang terkait dengan teori dasar jalan dan jembatan sedangkan pihak Jasa Marga menyiapkan kegiatan Praktek mahasiswa, Praktek Kerja Lapangan (PKL), Studi Ekskursi, dan pengadaaan dosen-dosen yang terkait dengan ilmu praktis dilapangan yang berhubungan dengan masalah jalan tol.

Mata kuliah inti untuk Konsentrasi Jalan Tol adalah: Geometri Jalan Tol, Konstruksi Jembatan, Sistem Informasi Jalan Tol, Manajeman Jalan Tol, Konstruksi Bangunan Jalan Tol, dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Mata kuliah inti untuk Konsentrasi Jalan dan Jembatan adalah: Konstruksi Jalan Raya, Konstruksi Jembatan, Manajeman Konstruksi, Perawatan dan Perbaikan Jalan, Perawatan dan Perbaikan Jembatan, Konstruksi Bangunan Sipil, serta Rencana Anggaran untuk jalan dan jembatan.

Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan (TPJJ) merupakan penyelenggara pendidikan vokasional dalam bidang Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan dengan kemampuan iptek dan inovasi yang unggul berbasis ICT (Information Communication Technology). Program Studi TPJJ memiliki dua konsentrasi, yaitu konsentrasi Jalan dan Jembatan, serta Konsentrasi Jalan Tol, dengan waktu kuliah selama 8 semester dan gelar kesarjanaannya adalah Sarjana Terapan. Profil lulusan Program Studi TPJJ adalah ahli perancangan jalan dan jembatan (Road and Bridge Engineer), ahli pelaksanaan jalan dan jembatan (Road and Bridge Site Engineer), dan ahli pengawasan konstruksi jalan dan jembatan (Road and Bridge General Superintendance).

Selain itu, Program Studi TPJJ telah mengembangkan Pusat Unggulan Teknologi Infrastruktur (PUTI) di bidang perawatan, pemeliharaan dan supervisi jembatan, jalan, dan infrastruktur dengan investasi dan pelayanan masih dalam skala terbatas. Dengan keunggulan spesifik tersebut, Program Studi TPJJ akan sangat mudah beradaptasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran program studi dengan perkembangan teknologi industri jasa konstruksi yang saat ini berorientasi pada digitalisasi konstruksi. Hal tersebut telah teruarai dalam road map pengembangan keunggulan spesifik program studi dan tahapan peningkatan mutu dan daya saing lulusan. Untuk mewujudkan road map tersebut, pendidikan bermitra dengan industri merupakan suatu keharusan sehingga tidak ada kesenjangan (gap) antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Lulusan Program Studi TPJJ, memiliki IPK rata-rata di atas 3,0 dengan masa studi lebih dari 95% lulus tepat waktu. Berdasarkan hasil tracer studi, 90% lulusan mendapatkan pekerjaan pertama kurang dari 1%, sedangkan lulusan dengan masa tunggu 3 - 5 bulan sebesar 10%. Lulusan ini 85% bekerja sesuai bidangnya. Tingkat kepuasaan industri pengguna lulusan prodi TPJJ 90% baik dilihat dari etika, kemampuan, maupun ketrampilannya. Menurut pengguna, kelemahan lulusan prodi ini adalah kemampuan bahasa Inggris yang rendah, serta kemampuan penggunaan software yang cukup. Saran dari industri pengguna adalah lulusan dibekali dengan kemampuan bahasa Inggris yang memadai dan dibekali dengan ketrampilan penggunaan baik software maupun BIM. Berdasarkan data ini terlihat bahwa lulusan prodi TPJJ diminati oleh industri.

Perhatian kepada kualitas lulusan adalah implementasi kurikulum berbasis kompetensi mengacu KKNI dengan meningkatkan kuantitas lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi hasil kerja sama. Dalam rangka membekali kemampuan lulusan menggunakan ICT, jurusan menambah software baru (Tekla) dan memperbarui peralatan laboratorium. Jurusan Teknik Sipil sejak tahun 2016 sudah bekerja sama dengan Trimble Solusion dan menjadi ATC software Tekla.

Tahun 2019, ATC PNJ dipercaya oleh Dikti sebagai penyelenggara program Retooling dosen. Selain itu, setiap lulusan dibekali keterampilan menggunakan software BIM Tekla. Namun, belum semua lulusan memanfaatkan kesempatan kursus ini. Salah satu kendala yang dialami adalah kurangnya dosen yang memiliki keterampilan penggunaan software Tekla maupun software BIM yang lain. Lulusan Prodi Sarjana Terapan TPJJ juga dibekali minimal satu sertifikat keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh BNSP dan satu SKA yang diselenggarakan oleh kementerian PUPR.

Untuk menjaga kualitas lulusan, Jurusan Teknik Sipil secara rutin mengadakan kegiatan penelusuran alumni (tracer study) dengan menyebarkan kuesioner kepada alumni dan meminta masukan mitra pengguna lulusan dari industri. Hasil kegiatan ini digunakan untuk mengevaluasi kurikulum dan menyusun program pengembangan dan peningkatan kualitas lulusan.

Kerjasama dengan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk

Kuliah Umum Sinergi Vokasi dan Industri,  20 Desember 2019

 

 

http://sipil.pnj.ac.id/upload/artikel/files/BAN PT PJJ.jpg

 

 

 

 


Share :


File Nama File Format Type
NULL